Senja Sunyi di Blangkejeren

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 23:58 WIB

50761 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUISI

Senja Sunyi di Blangkejeren

By Malik Lingga

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di perempatan Rikit Gaib-Kutelintang angin menyapu kursi-kursi kosong warung kopi, seperti menghitung mimpi yang tertunda diujung bulan tanpa gaji.

Tanda harga terpasang di jendela, tapi dompet-lebih ringan dari bayangan senja; para tukang bangunan duduk di beranda sunyi, menjejaki debu yang tak sempat jadi semen.

Dari kutipan keluh anak honor terdengar desir, “Enam purnama berlalu tanpa upah,
sementara seragam sekolah menanti dijahit harap.”

Ekonomi pun pelan seperti jam tua, bergerak tetapi tak tiba, sebab lembar lembar anggaran tersangkut di lajur birokrasi yang tiba‑tiba bisu.

Namun di Kutepanyang, Putri Betung, Blang Jerango, tanah masih membuka telapak bagi benih palawija merekah mengingatkan kita harapan bukan selalu beralamat kantor, kadang tumbuh dari bau humus, getah keringat, doa yang tak dicatat rapat.

Di gedung rakyat pintu berderit, tetapi mikrofon tak kunjung bernyanyi kursi empuk menahan gema “Siapa mengingatkan eksekutif jika legislatif terlelap dalam diam?”

Tarik‑menarik kepentingan jadi jaring halus, menjerat janji-membungkam kata. Lalu kita terkenang bilik suara tempat nurani pernah ditukar amplop, demokrasi murah, biaya yang dibayar rakyat terlampau mahal.

Maka, wahai pemuda, suaramu bukan sekadar gema dinding media sosial, ia bara dalam tulang, dentum pada jalan, cahaya yang menyala di gelap ruang sidang.

Berdirilah di tengah sunyi Blangkejeren, keraskan kata, tegakkan kepala, karena jika kau menunggu gedung sunyi bersuara mungkin fajar lebih dulu menua.

Dan kami-akan menuliskan setiap denyutnya, menjaga rahasia saksi, menjemput kebenaran agar tak lagi tertahan di titik koma anggaran.

Blangkejeren, 3 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan