Kok Kompak, Curiga Kita

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 21:01 WIB

50576 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tajuk ini bukan ditulis oleh oposisi, bukan pula hasil bisikan jin penebar hoaks. Ini hanya suara dari pinggiran, yang kebetulan masih punya akal sehat dan sedikit keberanian. Jika Anda merasa tersinggung, mungkin Anda sedang terlalu dekat dengan kekuasaan. Jika Anda tertawa, selamat, berarti demokrasi kita belum mati total.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Demokrasi itu seperti pajak terpadu diawal bulan-ribut, ramai, kadang bikin pusing, tapi hidup.

Ia bukan ruang karaoke eksklusif tempat semua orang diwajibkan menyanyikan lagu yang sama, kunci yang sama, dan tentu saja pujian yang sama. Tapi sayang seribu sayang, akhir-akhir ini demokrasi mulai terasa seperti festival nyanyi wajib bertema “Pemerintah Baik Hati, Suka Menolong”.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media pun, entah karena kelelahan atau keasyikan minum kopi gratis di rapat koordinasi, perlahan-lahan mulai terdengar seperti backing vocal yang selalu siap bilang “Setuju Pak!” bahkan sebelum pertanyaannya selesai.

Apakah ini demokrasi? Ataukah hanya opera sabun berjudul “Semua Baik-Baik Saja”, dengan babak tambahan: “Jangan Tanya yang Aneh-Aneh Nanti Dianggap Oposisi”?

Di pelosok negeri. Termasuk Gayo Lues tercinta. Suara-suara yang sedikit berbeda mulai dianggap gangguan sinyal. Aktivis lingkungan yang mengingatkan soal hutan? Dicap pengganggu pembangunan. Warga yang bertanya soal dampak proyek? Langsung masuk daftar “penghambat kemajuan”. Dan media? Ah, sebagian malah lebih sibuk mewartakan sukses acara tanam jagung ketimbang menggali fakta kenapa sungai makin keruh.

Padahal, demokrasi yang sehat butuh suara sumbang. Ia butuh wartawan yang cerewet, warga yang kepo, dan dewan yang tak alergi kritik. Kalau semua hanya tepuk tangan, itu namanya bukan demokrasi. Itu pertunjukan sulap. Dan kita tahu, sulap itu soal ilusi.

Bayangkan orkestra di mana semua alat musik hanya boleh memainkan nada “C Major” karena nada lain dianggap makar. Memang terdengar rapi. Tapi membosankan dan menyesatkan. Karena musik yang indah lahir dari harmoni. Dan harmoni itu butuh perbedaan.

Begitu pula negeri ini. Ia tak akan maju hanya dengan slogan dan baliho. Ia perlu ruang untuk bertanya, mengkritik, bahkan berdebat tanpa takut disuruh “diam dulu, ini agenda pemerintah, nanti kamu saya somasi.”

Kita tidak anti pemerintah. Tapi kita juga tidak ingin jadi penari abadi tanpa boleh bertanya kapan istirahat. Dalam demokrasi, menyuarakan perbedaan bukan bentuk kebencian. Ia justru tanda cinta. Cinta pada negeri yang tak ingin disesatkan oleh keseragaman yang pura-pura manis.

Kalau media hanya jadi corong kekuasaan, maka biarkan kami bertanya? siapa yang akan jadi alarm ketika negara mulai ngelindur?

Redaksi | insetgalusnews |

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan