Semangat Tan Malaka Di Hari Kemerdekaan Gayo Lues “Kaya Alam Tapi Tak Berdaya”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:35 WIB

501,474 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdeka di sini ibarat pesta, lampu gemerlap, isi dapur entah di mana. Rakyat menunggu dari bangku penonton, tanah sendiri jadi panggung tontonan.

Di Pantan Cuaca emas berkilau, tapi rakyat hanya dapat debu yang singgah di galau. Kata “investasi” terdengar megah, namun ladang warga makin pasrah.

Bendera berkibar setinggi pinus, perut rakyat tetap meringkus. Pabrik berdiri, asapnya tebal, isi dompet tetaplah tinggal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tan Malaka dulu berteriak lantang, Merdeka seratus persen bukan separuh jalan! Tapi di Gayo Lues terasa getir, kemerdekaan baru sebatas spanduk dan karnaval kecil

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gayo Lues.

Pertanyaan yang patut diajukan bagaimana memaknai kemerdekaan di tengah realitas kemiskinan yang masih membelenggu masyarakat, sementara potensi alam daerah ini sangat menjanjikan?

Fakta di lapangan menunjukkan, pengelolaan getah pinus melalui pabrik yang beroperasi di Gayo Lues belum memberi manfaat signifikan bagi pendapatan daerah. Demikian pula rencana eksplorasi tambang emas di Pantan Cuaca, yang hingga kini lebih banyak menempatkan daerah sebagai penonton.

Situasi serupa juga dialami warga Kecamatan Putri Betung. Masuknya wilayah itu dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) membawa konsekuensi hukum bagi aktivitas pertanian warga.

Aturan konservasi membuat akses mereka terbatas, sementara alternatif solusi yang berkeadilan belum sepenuhnya tersedia. Kondisi ini menimbulkan dilema bagaimana menjaga kelestarian hutan, sekaligus menjamin kelangsungan hidup masyarakat setempat.

Dalam konteks inilah relevansi pemikiran Tan Malaka layak diingat. Tokoh pergerakan nasional itu menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan politik, tetapi juga berarti merdeka secara ekonomi dan sosial. Prinsip “merdeka 100%” yang digaungkannya mengandung pesan rakyat harus benar-benar merasakan manfaat dari sumber daya yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mencari jalan tengah yang adil. Regulasi pengelolaan sumber daya alam sebaiknya memberi ruang bagi masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, sekaligus tetap menjamin kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti pada simbol seremonial, melainkan hadir dalam wujud kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat.

Memaknai kemerdekaan di Gayo Lues berarti memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi, memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang, dan menempatkan mereka sebagai subjek pembangunan. Itulah semangat yang sejalan dengan cita-cita Tan Malaka kemerdekaan yang nyata, bukan sekadar kata-kata.


Catatan Redaksi | Tulisan ini hanya tajuk, bukan kitab suci. Isinya kritik, bukan caci-maki. Jika ada yang tersindir, percayalah, itu hanya efek samping dari kaca yang sedang diarahkan.

Redaksi insetgalusnews.com tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, jadi jangan buru-buru marah apalagi baper.

Karena tajuk ini lahir dari semangat bicara jujur demi rakyat, bukan demi pejabat.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:17 WIB

Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:25 WIB

Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:51 WIB

Presiden Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Perkuat Kemitraan Strategis

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:00 WIB

Skandal Importasi di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:21 WIB

Presiden Tegaskan Dukungan Palestina, Bahas Pengiriman Pasukan Perdamaian dengan Ormas Islam

Senin, 2 Februari 2026 - 06:13 WIB

Gencatan Senjata Dilanggar, Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:10 WIB

BMKG; Bibit Siklon 98P Pengaruhi Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 26 Januari 2026 - 22:19 WIB

Noel Peringatkan Menkeu Purbaya soal Potensi Kriminalisasi

Berita Terbaru

GAYO LUES

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan