Menkeu Tegas; APBN Tak Boleh Dipakai Bayar Utang Kereta Cepat

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:43 WIB

50643 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung | gambar cut Google |

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung | gambar cut Google |

JAKARTA | insetgalusnews.com | Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang mencapai Rp116 triliun.

Penegasan itu disampaikan Purbaya saat inspeksi mendadak di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (13/10/2025). Ia menyebut, utang proyek kereta cepat merupakan tanggung jawab badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat, bukan tanggungan negara.

“Utang Whoosh sepenuhnya urusan BUMN. Keuntungannya sudah diambil Badan Pengelola Investasi Danantara, jadi tidak adil bila beban dibayar APBN,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekonom Political Economy and Policy Studies, Anthony Budiawan, mendukung langkah Menkeu. Menurutnya, APBN tidak bisa digunakan untuk bail out proyek tersebut tanpa persetujuan DPR. Ia bahkan menilai proyek ini sejak awal tidak layak karena biaya pembangunan jauh di atas standar internasional dan bunga pinjaman tinggi.

Sementara analis kebijakan publik Agus Pambagio mengungkapkan, sejak awal dirinya dan Ignasius Jonan sudah memperingatkan pemerintah bahwa proyek ini terlalu mahal. Ia menilai keputusan menunjuk China tanpa tender menjadi akar persoalan utang yang kini menumpuk.

“Presiden harus memanggil Danantara dan Menteri Keuangan untuk mencari solusi tanpa memakai APBN. Kalau perlu, panggil juga pihak yang dulu mengambil keputusan,” kata Agus.

Pemerintah kini masih mencari jalan keluar terbaik agar proyek Whoosh tetap beroperasi tanpa mengorbankan anggaran rakyat.


BOX INFO: Fakta Proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC / Whoosh)

Nama Proyek: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh)
Total Utang: Sekitar Rp116 triliun
Konsorsium: PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC)-gabungan BUMN Indonesia dan China Railway International Co. Ltd.
Skema: Business to Business (B2B), bukan G2G (pemerintah ke pemerintah)
Komposisi Pembiayaan: ±75% utang dari China Development Bank (CDB)
Suku Bunga Pinjaman: ±2%-3,4% per tahun
Tawaran Jepang (sebelumnya): Bunga 0,1% per tahun
Kecepatan Operasi: 350 km/jam
Waktu Tempuh: ±45 menit Jakarta-Bandung
Status Saat Ini: Beroperasi, namun pendapatan tiket belum menutup biaya bunga pinjaman


Redaksi | insetgalusnews | 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal : Tembak Mati Dan Tak Boleh Lepas Dari Hukum. Indonesia Di Serbu Menjadi Pasar Narkoba Dari WN Malaysia
Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya
Fahd El Fouz Arafiq: Serangan terhadap Bahlil Sudah Kelewatan, Ormas Golkar Siap Melawan
Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit
Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan