Kebakaran Aceh Tenggara: Dua Lokasi Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 11:38 WIB

501,520 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTACANE | insetgalusnews.com | Musibah kebakaran yang terjadi secara beruntun di Kabupaten Aceh Tenggara pada Jumat dinihari, 6 Juni 2025, mengundang perhatian publik. Dua titik kebakaran dalam rentang waktu kurang dari empat jam menghanguskan 12 unit bangunan milik warga di dua desa berbeda. Sejauh ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab insiden.

Kronologi dan Respons Awal

Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Desa Lingga Alas, Kecamatan Babul Rahmah, sekitar pukul 04.25 WIB. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara menerima laporan dari warga setempat yang melihat kobaran api mulai menjalar dari salah satu rumah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengungkapkan bahwa lima unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman dibantu oleh unsur TNI, Polri, dan warga sekitar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.53 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” kata Asbi.

Namun, kerugian materil terbilang besar. Sebanyak 11 unit rumah warga dilaporkan rusak berat. Rumah-rumah yang terbakar antara lain milik Jul Kasri, Nurhayati, Samsiar, Samsul, Bahri, Kamarudin, Jami, Banjir Ganong, Hasan Basri, Kamisah, dan Sari Mila. Sementara satu unit rumah milik Busran hanya mengalami kerusakan ringan.

Insiden Kedua: Kebakaran Kafe Diduga Karena Gas

Beberapa jam setelah insiden pertama, sekitar pukul 08.21 WIB, petugas kembali menerima laporan kebakaran dari Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel. Kali ini, satu unit kafe milik seorang warga bernama Muslimah mengalami kebakaran ringan.

“Hanya kebakaran ringan, bagian dapur saja,  api diduga berasal dari kebocoran tabung gas” ujar Asbi melalui selulernya kepada kru-insetgalusnews.co.

Penyebab Masih Misterius

Hingga kini, penyebab kebakaran di Desa Lingga Alas belum dapat dipastikan. Tim investigasi dari aparat kepolisian dan BPBD masih menyelidiki kemungkinan adanya korsleting listrik, kelalaian, atau unsur lain. Sumber api pertama masih belum teridentifikasi dengan jelas karena sebagian besar bangunan sudah rata dengan tanah saat pemadaman selesai.

Beberapa warga menyebutkan mereka sempat mencium bau asap dari bagian tengah perkampungan sebelum api membesar. Namun, tidak ada saksi yang melihat jelas titik api awal.

Dampak Sosial dan Tindakan Lanjutan

Kebakaran ini berdampak langsung terhadap 12 kepala keluarga (KK) dengan total 28 jiwa. Seluruh korban saat ini mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun tenda darurat yang didirikan di lokasi aman.

BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Kami terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk upaya relokasi atau perbaikan rumah warga yang terdampak,” tambah Asbi.

Faktor Kelalaian Yang Terabaikan?

Terjadinya dua kebakaran dalam waktu berdekatan menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Beberapa warga mempertanyakan apakah kedua peristiwa ini murni kecelakaan atau ada faktor kelalaian yang selama ini diabaikan, seperti instalasi listrik ilegal atau penggunaan peralatan rumah tangga yang tidak aman.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran
Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP
Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026
PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan