Arab Spring, Peringatan yang Terlalu Mahal untuk Diabaikan. Pati Mengingatkan, “Kita Harus Belajar”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025 - 16:23 WIB

50860 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Sejarah bukan sekadar deretan tanggal dan peristiwa. Ia adalah alarm yang berbunyi bagi mereka yang mau mendengar. Awal dekade 2010, dunia Arab terguncang. Gelombang Arab Spring melanda dari Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, hingga Suriah. Semua dimulai dari satu percikan-ketidakpuasan rakyat yang terlalu lama dipendam, lalu meledak bagai bara di bawah sekam.

Di Tunisia, tragedi Mohamed Bouazizi, seorang pedagang kecil yang membakar diri karena perlakuan aparat, menjadi sumbu. Api itu melompat lintas negara, merobohkan kursi-kursi kekuasaan, tapi juga menelan banyak korban dan meninggalkan puing-puing perang. Pesannya jelas, kekuasaan tanpa kepercayaan ibarat istana pasir, menunggu waktu untuk runtuh.

Di tanah air, kita tidak perlu menengok terlalu jauh. Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi pelajaran segar. Penolakan warga terhadap kenaikan pajak di tengah ekonomi lesu, diperparah oleh ucapan Bupati Sadewo yang viral di media sosial, berubah menjadi gelombang aksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bentrokan tak terhindarkan, dan ujungnya-pemakzulan. Konteksnya berbeda dengan Arab Spring, tetapi benang merahnya sama. Rakyat merasa tak dilibatkan, informasi simpang siur, dan kekhawatiran ekonomi serta lingkungan yang tak terjawab.

Gayo Lues, kecilnya wilayah bukan alasan untuk merasa aman. Di era media sosial, satu keluhan bisa menjadi trending, satu kebijakan yang dianggap tak adil bisa membangkitkan amarah kolektif. Gelombang protes kini tidak butuh waktu berbulan-bulan untuk mengkristal, cukup hitungan jam maka jadi.

Pemerintah daerah wajib belajar dari dua cermin ini. Transparansi anggaran, pemerataan pembangunan, layanan publik yang adil, serta keberanian membuka pintu kritik adalah benteng terbaik dari gejolak. Mengabaikan tanda-tanda awal adalah bermain api di ladang kering.

Bagi masyarakat, kritik adalah hak, tapi cara menyampaikannya menentukan hasil. Perubahan yang lahir dari musyawarah adalah perbaikan; perubahan yang lahir dari anarki hanya menambah puing.

Sejarah sudah memberi contoh. Pertanyaannya, apakah kita memilih memperbaiki rumah saat retakan masih kecil, atau menunggu roboh lalu menangisi reruntuhannya? “Pusing kita, kita kita pusing, alamak”


Catatan insetgalusnews: Tajuk ini bersifat edukatif, dimaksudkan untuk mengajak semua pihak belajar dari sejarah dan pengalaman daerah lain. Tidak untuk memprovokasi, menuding, atau menyamakan situasi Gayo Lues dengan Arab Spring maupun peristiwa di Kabupaten Pati.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan