Di Balik Sorai Kemenangan, “Birokrasi Bingung Kepada Siapa Harus Setia”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 21:11 WIB

50364 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doc | inset | Ilustrasi

doc | inset | Ilustrasi

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Di balik sorak-sorai kemenangan politik. Di balik tepuk tangan yang mengiringi pelantikan seorang pemimpin. Ada satu hal yang sering terlupakan, harapan rakyat agar birokrasi tetap bekerja dengan jujur dan adil. Namun harapan itu terkadang retak, saat kekuasaan bukan hanya dijalankan oleh mereka yang terpilih secara resmi, tapi juga oleh mereka yang pernah menjadi “pemenang di balik layar”,  tim sukses, relawan, dan barisan loyalis yang merasa telah membeli tiket kekuasaan dengan keringat dan suara.

Mereka tidak duduk di kursi resmi pemerintahan. Nama mereka tak tercantum dalam struktur kelembagaan. Tapi langkah mereka nyaring terdengar di lorong-lorong kekuasaan. Mereka mengetuk pintu para kepala dinas, memanggil camat, mengatur ini itu, bahkan mengarahkan siapa yang boleh naik jabatan dan siapa yang harus disingkirkan. Bukan karena mereka tahu lebih baik, tapi karena mereka merasa berhak.

Lalu birokrasi pun menjadi bingung, kepada siapa harus setia?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah pada sumpah jabatan. Pada aturan yang tertulis. Atau pada suara-suara yang membisikkan kekuasaan dari balik panggung politik? Di sinilah letak kehancuran itu akan bermula. Ketika birokrat profesional tak lagi bebas berpikir berdasarkan data dan kebutuhan publik, tapi harus menyesuaikan langkah dengan kehendak orang-orang yang tak pernah disumpah sebagai pejabat negara.

Kita lupa bahwa birokrasi bukan milik siapa pun. Ia adalah milik rakyat. Ia dibangun bukan untuk melayani penguasa atau kelompok pemenang, tetapi untuk menjamin bahwa setiap warga Negara. Tanpa kecuali. Mendapat hak dan pelayanan yang sama. Ketika arah kebijakan ditentukan oleh balas jasa, maka keadilan pun menjadi korban pertama.

Yang terjadi bukan hanya penyimpangan, tapi pelanggaran berat terhadap nilai-nilai profesionalisme. Terhadap hukum. Terhadap etika dan terhadap kepercayaan publik.

Seorang pegawai negeri yang jujur, yang mengabdikan hidupnya dengan kesetiaan pada pemerintah. Bisa tiba-tiba terpinggirkan karena tidak tahu caranya “mendekat ke lingkaran dalam”. Sementara mereka yang punya akses politik, naik pangkat bukan karena prestasi, tapi karena kedekatan. Ini bukan sekadar cerita sedih di ruang kerja yang sunyi, ini adalah kisah rusaknya sistem dari dalam.

Pemerintahan tak akan tumbang karena suara bising di jalanan. Tapi pemerintah bisa runtuh perlahan jika di dalamnya, keadilan diperdagangkan dan profesionalisme dikorbankan atas nama “balas budi”.

Sudah saatnya kita jujur melihat ke dalam. Para pemimpin harus berani menempatkan loyalitas kepada rakyat di atas loyalitas kepada kelompok. Birokrasi harus dijaga dari infiltrasi politik, karena sekali mesin ini dikuasai oleh mereka yang tidak paham tugas dan etika, maka rusaklah pelayanan, runtuhlah kepercayaan, dan sirnalah harapan.

Kemenangan sejati bukan saat seseorang duduk di kursi kekuasaan, tapi saat kekuasaan itu dijalankan dengan hati yang bersih dan tangan yang tidak ikut bermain.


Tajuk Rencana insetgalusnews ini merupakan pandangan redaksi yang disusun berdasarkan analisis terhadap dinamika pemerintahan dan tata kelola birokrasi secara umum. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian atau tokoh tertentu, hal tersebut bersifat kebetulan dan tidak dimaksudkan untuk menyerang atau menyudutkan pihak mana pun.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan