Ironi Surplus Padi, Krisis Beras di Gayo Lues

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 8 Juni 2025 - 12:45 WIB

501,397 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kabupaten yang dikenal subur dan hijau, dikenal pula sebagai salah satu daerah penghasil padi di Aceh. Bahkan data menunjukkan bahwa produksi padi di Gayo Lues tergolong surplus. Namun, ada sebuah ironi yang mencolok, masyarakat justru mengalami kekurangan beras, bahkan sebagian pasokan beras untuk konsumsi lokal harus didatangkan dari luar daerah.

Data dari Badan Pusat Statistik 2023 menunjukkan bahwa prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di kabupaten ini mencapai 9,18%, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional, yaitu 8,53% . Ini jelas mencerminkan bahwa surplus produksi belum menjamin ketersediaan pangan secara merata.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang sebenarnya terjadi?

Masalahnya terletak pada rantai pasca-panen. Banyak petani di Gayo Lues lebih memilih menjual gabah mentah ke luar daerah sesaat setelah panen. Mereka melakukannya bukan tanpa alasan. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, menjual gabah ke pengumpul adalah pilihan paling cepat untuk mendapatkan uang tunai guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, tidak tersedia cukup fasilitas atau sistem lokal yang memungkinkan petani untuk menggiling gabah menjadi beras, menyimpan hasil panen, atau bahkan menahannya agar bisa dijual dengan harga lebih baik di kemudian hari.

Di sinilah letak persoalan yang lebih dalam, petani kita hidup dalam ketidakpastian ekonomi. Harga gabah yang rendah, tidak adanya jaminan pasar, serta minimnya akses ke modal dan teknologi, membuat mereka sulit keluar dari lingkaran setoran gabah ke luar daerah. Ketika gabah keluar, yang tersisa di daerah adalah kekosongan beras. Ironis, bukan?

Dalam konteks ini, peran Dinas Pertanian menjadi sangat krusial. Tidak cukup hanya fokus pada peningkatan produksi, dinas harus mampu menjadi fasilitator perubahan dalam sistem pertanian secara keseluruhan. Mulai dari membangun dan mengelola fasilitas penggilingan dan penyimpanan gabah, hingga mendorong pembentukan koperasi tani yang kuat. Selain itu, Dinas juga bisa memperjuangkan skema jaminan harga gabah lokal agar petani tidak tergantung pada permainan pasar luar.

Tidak kalah penting adalah pendampingan berkelanjutan kepada petani untuk mengelola hasil panen secara efisien, serta mengembangkan usaha tani terpadu agar mereka tidak hanya mengandalkan panen padi sebagai satu-satunya sumber pendapatan.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian harus sadar bahwa pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi soal keadilan ekonomi dan keberlanjutan hidup petani. Jika petani terus hidup dalam tekanan ekonomi, maka surplus produksi pun tidak akan mampu mengamankan kebutuhan pangan kita sendiri.

Sudah saatnya Dinas Pertanian menata ulang pendekatan pembangunan pertanian di Gayo Lues. Tidak cukup hanya mengejar angka-angka produksi, Dinas Pertanian sebagai ujung tombak pemerintah daerah harus mampu membangun sistem yang adil, terintegrasi, dan memberdayakan petani sebagai pelaku utama. Hanya dengan itu, Gayo Lues bisa lepas dari ironi surplus padi namun defisit beras.

Redaksi | insetgalusnews.com |

Tajuk Rencana insetgalusnews.com memberikan informasi secara akurat berdasarkan apa yang saat ini sedang mencuat di Kabupaten Gayo Lues, untuk dibaca oleh seluruh masyarakat Indonesia guna menambah wawasan dan pengetahuan sebagai kontrol sosial, serta memberikan hak jawab terhadap instansi/perorangan/maupun lembaga yang dicantumkan oleh redaksi.


Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan