Ganja, Hati, dan Nurani AKBP Hyrowo SIK

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 20:06 WIB

501,984 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Konfrensi Pers, tanpa sadar Kapolres Gayo Lues langsung memberi wejangan kepada tiga tersangka kasus narkotika Ganja, Senin (3/11/2025)

Usai Konfrensi Pers, tanpa sadar Kapolres Gayo Lues langsung memberi wejangan kepada tiga tersangka kasus narkotika Ganja, Senin (3/11/2025)

Air mata bukan hanya milik mereka yang bersalah, tetapi juga milik mereka yang memahami alasan di balik kesalahan. Siang itu, di ruang konfrensi pers Polres Gayo Lues, suasana sunyi berubah haru ketika Kapolres AKBP Hyrowo SIK menatap punggung tiga tersangka ganja dengan mata penuh iba, bukan amarah. Kepada mereka, sang perwira menengah itu berbicara bukan sebagai penegak hukum semata, melainkan sebagai manusia yang mengerti betapa kerasnya hidup bisa memaksa seseorang berbuat salah.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Bukan amarah yang tampak di wajah AKBP Hyrowo SIK seusai konferensi pers di Mapolres Gayo Lues, Senin (3/11). Sorot matanya justru teduh, seperti menyimpan empati yang dalam terhadap mereka yang terjerat kesalahan.

Tanpa ragu, Kapolres itu melangkah mendekati tiga tersangka kasus penanaman ganja dan peredaran narkotika asal daerah setempat. Ia memilih berbicara dengan hati, bukan dengan nada tinggi. Sebuah sikap yang menunjukkan ketegasan bisa berjalan beriring dengan kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kadang hidup membawa kita pada pilihan sulit. Tapi percayalah, selalu ada jalan yang lebih baik daripada melanggar hukum,” ucapnya perlahan.
Tatapannya menyapu satu per satu wajah para tersangka yang berdiri menghadap tembok. Beberapa menunduk, menahan air mata.

Salah seorang dari mereka, seorang ibu berinisial A (35) bersama anaknya J (19), pekerjaan buruh, warga Kampung Uning Sepakat, Kecamatan Dabun Gelang, tak kuasa menahan tangis. Dengan suara bergetar, ia mengaku membawa ganja karena desakan ekonomi.

“Saya cuma ingin anak-anak bisa makan dan sekolah, Pak. Saya tahu ini salah, tapi saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,” katanya lirih.

AKBP Hyrowo terdiam sejenak. Ia menarik napas panjang. Antara tegasnya seorang perwira dan lembutnya nurani.

“Saya tahu hidup di desa tidak selalu mudah,” katanya pelan. “Tapi menanam ganja bukan jalan keluar. Saya ingin masyarakat Gayo Lues belajar dari ini, agar bisa hidup dengan cara yang halal dan terhormat.”

Haru pun membuncah di ruangan itu. Bahkan dua petugas yang mendampingi terlihat menunduk, terbawa suasana haru. Kapolres menasihati mereka satu per satu, tanpa suara tinggi, tanpa stigma. Yang hadir di sana bukan hanya penegak hukum, tetapi sosok manusia yang memahami bahwa kesalahan tidak selalu lahir dari niat jahat, melainkan dari keterpaksaan dan keterbatasan.

AKBP Hyrowo SIK menegaskan, pihaknya berkomitmen tidak hanya menindak pelanggaran hukum, tetapi juga membangun kesadaran dan membuka jalan keluar agar masyarakat tidak lagi bergantung pada tanaman terlarang.

Dengan suara tegas namun penuh keprihatinan, ia menyampaikan pesan yang menyejukkan kepada insetgalusnews di depan lobi Mapolres.

“Saya tidak ingin melihat warga Gayo Lues di balik jeruji. Saya ingin melihat mereka di kebun. Sebagai petani yang bekerja dengan bangga dan jujur untuk keluarganya. Negeri ini akan kuat jika rakyatnya hidup dengan tenang. Polisi hadir bukan untuk menakuti, tapi untuk menjaga dan menuntun. Solusi agar masyarakat terbebas dari barang terlarang ini adalah bekerja sama meningkatkan taraf ekonomi,” ujarnya menenangkan.

Kata-kata itu menjadi penutup yang menggema di luar lobi Mapolres, sederhana tapi membekas.
Sebuah pesan dari seorang perwira yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menghidupkan nilai kemanusiaan di tengah kerasnya penegakan hukum.

Pendekatan humanis yang ditunjukkan AKBP Hyrowo SIK menjadi cermin Polri hadir bukan semata sebagai penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
Di balik seragam dan pangkat, tersimpan hati yang ingin melihat rakyatnya bangkit, hidup layak, dan menjauh dari jeratan ganja yang selama ini mencederai masa depan generasi Gayo Lues.


Catatan Redaksi | Artikel pariwara ini ditulis untuk mengangkat sisi humanis penegakan hukum di Gayo Lues. Seluruh narasi bertujuan membangun kesadaran publik, keadilan sejati berjalan beriring dengan empati dan kemanusiaan.

Berita Terkait

Inspirator yang Membumi: Jejak Hidup Edwar Canto Menjelang Purna Tugas
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo
Mengenal Lebih Dekat Muhtarudin, Kepala SMA Negeri 1 Putri Betung yang Visioner dan Membumi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan