Gudang Penuh, Meja Kosong, “Ironi Lonjakan Harga Beras Di Gayo Lues”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 20:48 WIB

50942 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar ilustrasi pemanis | doc | inset |

gambar ilustrasi pemanis | doc | inset |

“Di lembah hijau yang mestinya makmur, tanah menua menumbuh padi,  tapi kini dapur tak lagi berasap, karena harga beras melesat tinggi. Lumbung penuh tapi terkunci, gudang berisi tapi tak terbagi.  Petani menunduk, ibu menjerit, semua diam dalam sunyi. Bangkitlah, wahai pengurus negeri, jangan biarkan piring kosong jadi rutinitas pagi.  Karena ketidakpedulian hari ini, adalah krisis untuk generasi nanti”

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Dalam dua bulan terakhir, lonjakan harga beras di Kabupaten Gayo Lues mengundang keprihatinan mendalam. Di tengah inflasi nasional yang relatif terkendali, harga beras di daerah ini justru melambung drastis. Kenaikan ini tidak hanya membebani ibu rumah tangga, tetapi juga mengancam kelangsungan pelaku usaha kecil dan stabilitas ekonomi lokal secara keseluruhan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga beras kemasan 15 kilogram kini menyentuh angka Rp250.000, naik sekitar 15 persen dari bulan sebelumnya. Beras lokal pun turut terdampak, dengan rata-rata harga per bambu mencapai Rp28.000.  Ini adalah angka yang tidak bersahabat, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan pas-pasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan harga bahan pokok seperti beras adalah pukulan telak bagi daya beli masyarakat. Pengeluaran rumah tangga melonjak, sementara motor penggerak ekonomi lokal. Yakni konsumsi masyarakat. Tertekan. Analis ekonomi setempat mengingatkan bahwa jika kondisi ini berlanjut, pasar tradisional akan melemah, dan sektor UMKM bisa terpuruk.

Namun, persoalan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Krisis harga beras di Gayo Lues merupakan akumulasi dari minimnya cadangan lokal, distribusi antar wilayah yang tak terkelola, lemahnya langkah antisipatif, dan buruknya koordinasi lintas sektor.

Ironisnya, di tengah kelangkaan dan lonjakan harga ini, Perum Bulog sejatinya memiliki stok beras yang cukup. Namun, stok itu tak bisa disalurkan tanpa mandat resmi atau penugasan dari pemerintah.

Fenomena ini menunjukkan ada celah birokrasi yang menghambat respons cepat terhadap krisis. Apa arti gudang penuh jika pemerintah daerah tidak segera memanfaatkan saat masyarakat menjerit?

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar soal pasokan, tapi soal kepemimpinan. Mengapa Pemda tidak secepatnya berkoordinasi dengan Bulog dalam kerangka penanganan darurat? Apakah ini mencerminkan lambatnya tanggapan atau lemahnya sistem manajerial yang ada?

Pernyataan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan bahwa penyebab utama adalah berkurangnya pasokan dari luar daerah memang bisa dipahami. Namun itu belum menyentuh akar masalah. Pengurangan produksi, serbuan tengkulak, hingga gagal panen seharusnya diantisipasi dengan kebijakan lintas sektor. Namun persoalan ini tidak bisa dibebankan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan saja. Karena ada instansi lain yang seharusnya ikut berperan.

Operasi pasar yang telah dilakukan patut diapresiasi, tetapi bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah strategi terpadu dari penguatan produksi lokal, perlindungan terhadap petani, pengawasan distribusi gabah, hingga pemutakhiran data pasokan dan kebutuhan di tingkat desa dan kecamatan.

Realitas hari ini memperlihatkan betapa lemahnya sistem deteksi dini dan buruknya koordinasi antar instansi. Bulog menunggu perintah, Pemda menunggu keputusan, sementara rakyat menunggu kejelasan.

Saatnya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menunjukkan inisiatif, tidak hanya menunggu instruksi pusat. Pemerintah daerah harus berani menetapkan status darurat pangan jika diperlukan, serta aktif menjalin kerja sama antar instansi terkait, hingga instansi vertikal. Tujuannya demi percepatan penanganan.

Ke depan, ketahanan pangan daerah tidak boleh lagi bersifat reaktif. Perlu perencanaan matang dan cadangan strategis yang siap digunakan sewaktu-waktu. Karena dalam urusan pangan, keterlambatan bukan hanya kesalahan administratif, tetapi ancaman serius bagi kesejahteraan rakyat.

Kenaikan harga boleh saja terjadi, tapi jangan sampai harapan rakyat ikut runtuh. Pemerintah wajib hadir lebih cepat dari krisis. Bukan sebagai komentator, tapi sebagai penggerak solusi.


Kami, dari Insetgalusnews, akan terus mengulik, menyuarakan, dan berdiri di sisi rakyat. Karena suara mereka adalah suara yang tak boleh dibungkam.


Tajuk Rencana | insetgalusnews.com | memberikan pandangan kritis berdasarkan isu yang sedang mencuat di Kabupaten Gayo Lues. Untuk dibaca masyarakat Indonesia sebagai kontrol sosial dan menumbuhkan kesadaran kolektif.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan