“Ketika Uang Tak Mengalir”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:12 WIB

50272 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ketika Uang Tak Mengalir”

By Malik Lingga

Di Blangkejeren, pagi datang tanpa harap, pasar lengang, suara tawar menawar menghilang, warung kopi menggigil tanpa pelanggan, dan kontraktor hanya menghitung hari. Bukan laba.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duit dari negeri tak kunjung turun, sementara perut rakyat tetap menuntut isi, anak-anak tetap sekolah, meski seragam mereka tak lagi baru, tak lagi penuh mimpi.

Pegawai negeri memandang langit, bukan mencari ilham, tapi upah yang tertunda, pedagang kecil memeluk dagangan yang kini hanya jadi pajangan.

Namun, di ladang-ladang Putri Betung, masih terdengar bunyi cangkul menembus tanah, di sela sayur dan palawija, hidup tetap bergerak, meski perlahan.

Mereka yang punya tanah, punya napas lebih panjang dari rapat-rapat kosong dan janji pejabat yang menguap bersama kopi dingin di meja birokrasi.

Apakah uang itu tersesat di ruang ruang gelap kekuasaan? Atau sengaja ditahan, demi permainan singgasana Jika benar, maka laknat bukan lagi kata, tapi nyata, yang terasa di piring kosong rakyat jelata.

Wahai Pemkab, bangun dari tidur panjang, rakyatmu butuh lebih dari seremoni dan retorika, mereka ingin perputaran, bukan penundaan, ingin penghidupan, bukan alasan.

Sudah saatnya ladang-ladang ditanam bukan hanya oleh petani, tapi oleh kebijakan yang berpihak, sudah saatnya APBD bukan jadi alat kuasa, melainkan cahaya bagi yang di bawah.

Sebab kami lelah berharap pada kas yang tak pasti, kami ingin hidup dari kerja dan hasil bumi, bukan dari anggaran yang mandek, bukan dari janji yang mati berdiri.

Blangkejeren, 2 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan