“Ketika Uang Tak Mengalir”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:12 WIB

50269 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ketika Uang Tak Mengalir”

By Malik Lingga

Di Blangkejeren, pagi datang tanpa harap, pasar lengang, suara tawar menawar menghilang, warung kopi menggigil tanpa pelanggan, dan kontraktor hanya menghitung hari. Bukan laba.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duit dari negeri tak kunjung turun, sementara perut rakyat tetap menuntut isi, anak-anak tetap sekolah, meski seragam mereka tak lagi baru, tak lagi penuh mimpi.

Pegawai negeri memandang langit, bukan mencari ilham, tapi upah yang tertunda, pedagang kecil memeluk dagangan yang kini hanya jadi pajangan.

Namun, di ladang-ladang Putri Betung, masih terdengar bunyi cangkul menembus tanah, di sela sayur dan palawija, hidup tetap bergerak, meski perlahan.

Mereka yang punya tanah, punya napas lebih panjang dari rapat-rapat kosong dan janji pejabat yang menguap bersama kopi dingin di meja birokrasi.

Apakah uang itu tersesat di ruang ruang gelap kekuasaan? Atau sengaja ditahan, demi permainan singgasana Jika benar, maka laknat bukan lagi kata, tapi nyata, yang terasa di piring kosong rakyat jelata.

Wahai Pemkab, bangun dari tidur panjang, rakyatmu butuh lebih dari seremoni dan retorika, mereka ingin perputaran, bukan penundaan, ingin penghidupan, bukan alasan.

Sudah saatnya ladang-ladang ditanam bukan hanya oleh petani, tapi oleh kebijakan yang berpihak, sudah saatnya APBD bukan jadi alat kuasa, melainkan cahaya bagi yang di bawah.

Sebab kami lelah berharap pada kas yang tak pasti, kami ingin hidup dari kerja dan hasil bumi, bukan dari anggaran yang mandek, bukan dari janji yang mati berdiri.

Blangkejeren, 2 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan