Mari Berantas Ganja Dengan Solusi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 17:46 WIB

50337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Gayo Lues, rumput bisa tumbuh tanpa disiram, tapi harapan petani sering layu sebelum panen. Di sini, suara cangkul lebih sering bersaing dengan berita penangkapan. Padahal yang mereka cari bukan sensasi, hanya sesuap nasi. Begitulah kisah G. Ia bukan penjahat, hanya petani yang tersesat di jalan sempit kehidupan. “Saya tidak punya sawah, setiap hari harus beli beras untuk makan,” katanya lirih, seakan bicara pada tanah yang dulu ia harap bisa memberi makan.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kisah G bukan sekadar catatan kriminal di papan Polres, melainkan potret getir kehidupan di tanah yang indah namun kerap terlupakan. Ia hanyalah satu dari banyak wajah petani yang kalah oleh keadaan. Di Gayo Lues, masih banyak tanah belum tersentuh alat bajak, tapi sudah tersentuh tangan hukum. Banyak petani yang ingin menanam harapan, namun pupuk dan modal justru langka. Sementara harga hasil tani sering kali lebih pahit dari jerih payahnya sendiri. Maka jangan heran bila sebagian warga memilih jalan singkat, meski berisiko panjang.

Padahal, negeri seribu bukit ini menyimpan kekayaan yang jauh lebih harum dari ganja. Ada kopi Gayo, nilam, aren, dan jahe merah. Semuanya bisa tumbuh subur jika diberi perhatian sungguh-sungguh. Yang dibutuhkan petani bukan sekadar penyuluhan di aula, tapi pendampingan di ladang. Bukan janji bantuan musiman, melainkan akses modal dan pasar yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita tidak bisa memerangi ganja hanya dengan cangkul polisi dan korek api. Perang itu harus dilakukan dengan kebijakan ekonomi yang berani dan berpihak pada rakyat. Saat satu ladang ganja dimusnahkan, seharusnya satu ladang kopi ditanam. Saat satu petani ditangkap, seribu petani lain harus dibina agar tak mengulangi kesalahan yang sama.

Sudah saatnya Pemerintah Daerah turun dengan langkah konkret.
Lakukan pemetaan wilayah pertanian secara menyeluruh untuk menentukan jenis tanaman yang paling cocok di setiap kawasan, dari dataran tinggi hingga lembah. Setiap jengkal tanah memiliki potensinya sendiri. Setelah itu, fokuskan pemberdayaan petani secara berkelanjutan,-

  • Pelatihan budidaya berbasis hasil riset lokal,
  • Fasilitasi akses permodalan yang ringan dan adil,
  • Pembukaan jaringan pasar agar produk petani tak berhenti di tengkulak.

Kebijakan berbasis data dan keberpihakan pada rakyat kecil akan jauh lebih kuat daripada seribu operasi penertiban. Karena yang sedang diperangi bukan sekadar daun ganja, melainkan akar dari kemiskinan itu sendiri.

Kasus G seharusnya menjadi cermin. Hukum tanpa pemberdayaan hanya melahirkan ketakutan, bukan perubahan. Petani tidak butuh belas kasihan mereka hanya butuh kesempatan. Jika ekonomi rakyat dibuat subur, ganja tak lagi hijau menggoda.


Tajuk | insetgalusnews | ini bukan untuk menggurui siapa pun, apalagi menanam benih perdebatan. Kami hanya ingin menanam sedikit logika dan menuai senyum dari pembaca. Kalau ada yang tersindir, mungkin karena sedang dekat dengan ladangnya. Artikel ini juga tidak menjanjikan panen raya, tapi siapa tahu bisa menumbuhkan ide baru. Bacalah dengan hati yang lapang dan pikiran yang subur, sebelum hujan komentar turun di kolom bawah.

 

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan