Mengapa RI-1 Menoleh ke Gayo Lues?

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 02:29 WIB

50812 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Jakarta, Presiden bisa memilih ribuan panggung megah untuk tampil gagah. Tapi kenapa tiba-tiba menoleh ke Gayo Lues, sebuah kabupaten yang jalannya lebih sering berlubang daripada janji politik? Mungkin karena di sini ada kopi yang lebih jujur dari politisi, hutan yang lebih setia daripada pejabat, dan rakyat yang masih percaya kalau negara benar-benar hadir, bukan sekadar mampir untuk foto.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Setiap kali nama Gayo Lues disebut di panggung nasional, ada getar yang berbeda. Kabupaten kecil di ujung Tanah Gayo ini bukan sekadar titik di peta Aceh, melainkan sebuah “mosaik” hutan tropis terakhir, kopi dengan cita rasa dunia, tari Saman yang mendunia, dan rakyat sederhana yang masih menanti jalan mulus serta fasilitas pendidikan setara kota.

Mungkin itulah sebabnya RI 1 “dengan segala agenda kenegaraan yang padat” menaruh perhatian pada Gayo Lues. Di sini, Presiden tidak hanya melihat barisan pepohonan raksasa di Leuser, tetapi juga potret bagaimana negara diuji! apakah pembangunan hanya berhenti di kota besar, ataukah menembus pegunungan dan lembah yang berliku menuju Blangkejeren.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gayo Lues punya daya tarik tersendiri. Tari Saman telah mematri nama daerah ini di forum UNESCO. Kopi Gayo menjadi bahasa diplomasi di meja perundingan internasional. Dan Leuser adalah “paru-paru dunia” yang membuat setiap pemimpin harus berpikir dua kali sebelum mengorbankannya.

Namun, di balik sorotan itu, Gayo Lues juga menyimpan paradoks! Sebagai daerah termiskin dengan angka kemiskinan yang mencolok, infrastruktur jalan tak jarang menyerah pada longsor, dan anak-anak sekolah masih merindukan fasilitas yang layak. Barangkali inilah alasan terbesar RI 1 patut hadir “bukan sekadar meninjau program GDAD”, tetapi memastikan keadilan pembangunan tidak berhenti di pinggir kota.

Presiden tentu paham, kunjungan ke Gayo Lues bukan hanya simbol. Ia adalah pesan politik! negara hadir di pelosok. Pesan ekologis! hutan ini warisan dunia. Pesan budaya! Saman adalah kebanggaan bersama. Dan pesan ekonomi! kopi rakyat tidak boleh terus dipermainkan harga pasar.

Tajuk ini ingin mengingatkan, kehadiran RI 1 di Gayo Lues seharusnya bukan sebatas agenda seremonial, melainkan momentum. Momentum untuk menegaskan bahwa republik ini tidak boleh meninggalkan “miniatur Indonesia” yang bernama Gayo Lues.

Kalau hutan adalah nafas dunia, maka rakyat di kaki Leuser adalah denyutnya. Dan tanpa denyut itu, Indonesia takkan pernah lengkap.


Catatan Redaksi | Ini cuma tajuk, bukan titah istana. Kalau terasa pedas, anggap saja sambal teman kopi Gayo.” Tajuk ini ditulis bukan untuk menyusun protokol kunjungan kenegaraan, apalagi meramal agenda Presiden. Isinya lebih mirip kopi Gayo, ada pahit ada harum, kadang bikin melek, kadang bikin gelisah.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan