Menteri Paling Miskin, Tapi Kaya Harga Diri

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:11 WIB

50800 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di rumah sempit ia menyalakan lampu teplok, sementara di forum dunia ia menyalakan cahaya bangsa. KH Agus Salim mungkin tak punya tabungan di bank, tapi ia menabung harga diri di lembar sejarah

TAJUK RENCANA | Insetgalusnews.com | Bayangkan seorang menteri luar negeri yang menguasai belasan bahasa, disegani di forum internasional, bahkan ikut mengetuk pengakuan dunia bagi Republik yang baru lahir, tapi pulang ke rumah hanya menunggu pemilik kontrakan menagih uang sewa. Itulah KH Agus Salim. Sosok pejabat yang pantas jadi panutan.

Di negeri yang kadang sibuk menimbun proyek dan tunjangan, Agus Salim justru sibuk menimbun kata, gagasan, dan doa. Ia tinggal di gang sempit, mendidik anak-anaknya di ruang tamu seadanya, sambil menolak godaan untuk menjadikan kursi menteri sebagai kursi empuk penuh rupiah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironis? Ya. Tapi juga heroik. Karena justru dari kemiskinan itulah lahir kekayaan yang tak bisa dicuri yaitu “integritas”. Bung Karno menyebutnya guru, Hamka menyebutnya manusia bernilai sejuta. Dunia menunduk hormat pada diplomasi lidahnya, sementara ia sendiri tetap menunduk mencari remah nasi untuk keluarganya.

Hari ini, ketika sebagian pejabat mungkin sibuk “menghitung hasil sampingan”, Agus Salim memberi kita cermin, kekuasaan bukan soal berapa rupiah yang masuk ke saku, tapi berapa nilai yang kau tinggalkan untuk bangsamu.


Catatan Redaksi | Tajuk ini bukan sindiran personal, melainkan refleksi sejarah. KH Agus Salim hanyalah contoh nyata bagaimana seorang pejabat bisa miskin harta tapi kaya jiwa. Jika ada pejabat hari ini yang merasa “tersindir”, mungkin itu karena cermin sejarah sedang bekerja.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan