Siapa Mereka? Dua Presiden yang Menjaga Republik Saat Bangsa Ini Hampir Tumbang

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 17:27 WIB

501,198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ini hanya sketsa untuk pemanis artikel |doc|inset|

Gambar ini hanya sketsa untuk pemanis artikel |doc|inset|

Biar baca sejarahnya tidak tegang. Tulisan ini tidak bermaksud membuat Anda panik karena baru tahu ada “presiden tambahan” dalam sejarah Indonesia. Tidak untuk ujian, tidak untuk debat kusir. Nikmati saja. Sejarah kadang memang penuh plot twist.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Dalam perjalanan panjang Republik Indonesia, ada bab yang jarang disorot, seolah hanya menjadi catatan kaki. Padahal, di dalam bab itu ada dua tokoh yang memegang peran kunci ketika negara berada di ujung tanduk, Syafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat. Dua nama ini tidak sefamiliar para presiden lainnya, tetapi tanpa mereka, jalannya sejarah Indonesia mungkin berbeda.

Pada tahun 1948, republik menghadapi masa paling genting. Yogyakarta diserang, para pemimpin bangsa ditawan, dan dunia siap menyimpulkan bahwa Indonesia telah runtuh. Dalam situasi penuh ketidakpastian itu, Syafruddin Prawiranegara mengambil tanggung jawab besar yang tidak dipersiapkan siapa pun, memimpin negara dari Bukittinggi melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Keputusannya menjaga eksistensi republik secara politik dan diplomatik. Titik krusial yang membuat Indonesia tetap diakui sebagai negara merdeka.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun berikutnya, ketika struktur negara berubah menjadi Republik Indonesia Serikat, hadir sosok Mr Assaat, memimpin Republik Indonesia berbasis Yogyakarta. Ia menjadi presiden sementara, pemimpin yang memastikan republik tetap berjalan hingga akhirnya NKRI dipulihkan. Dengan sikap tenang dan tanpa sorotan berlebihan, ia memikul tugas menjaga kesinambungan negara yang masih rapuh.

Kedua tokoh ini tampil bukan pada masa gemilang, tetapi di tengah krisis yang mengancam keberadaan republik sendiri. Mereka tidak memimpin di bawah gemerlap panggung sejarah, tetapi dalam senyap yang penuh tanggung jawab. Tidak banyak yang memberi mereka penghargaan setimpal, tidak banyak yang mengingat bahwa mereka juga presiden yang pernah melindungi Indonesia.

Kini, tugas kita sebagai bangsa ialah mengakui peran mereka secara layak. Mengingat berdirinya negara ini tidak hanya dijaga oleh tokoh-tokoh besar yang sering disebut, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dalam sunyi.

Karena republik ini pernah dititipkan kepada dua pemimpin yang mungkin jarang kita kenal, tetapi sangat besar jasanya. Dan kita berutang untuk mengingat mereka.


Redaksi insetgalusnews | Jika setelah membaca ini Anda tiba-tiba merasa ingin memperbaiki pelajaran sejarah waktu sekolah dulu-tenang, itu reaksi normal.

Berita Terkait

Inspirator yang Membumi: Jejak Hidup Edwar Canto Menjelang Purna Tugas
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo
Mengenal Lebih Dekat Muhtarudin, Kepala SMA Negeri 1 Putri Betung yang Visioner dan Membumi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan