BLANGKEJEREN | insetgalusnews.com | Redaksi insetgalusnews.com himbau seluruh rekan rekan jurnalis dan konten kreator pemula yang bertugas di wilayah liput Gayo Lues untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Kode Etik Jurnalistik, khususnya dalam meliput peristiwa-peristiwa sensitif yang menyangkut korban dan keluarganya.

Imbauan ini disampaikan Redaksi menyikapi sejumlah pemberitaan dan unggahan di media sosial yang dinilai melampaui batas etika. Ia menyoroti praktik pemberitaan dan unggahan yang menampilkan foto korban secara vulgar serta penyebutan identitas yang seharusnya dilindungi. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melanggar etika jurnalistik, tetapi juga dapat menimbulkan trauma dan luka batin yang mendalam bagi keluarga korban.
“kami mengajak semua rekan-rekan wartawan dan konten kreator pemula khususnya yang bertugas di Gayo Lues, untuk lebih bijak dan sensitif dalam menayangkan berita, terutama yang berkaitan dengan peristiwa tragis seperti kematian, kekerasan, atau musibah lainnya. Jangan sampai karena ingin mengejar eksklusivitas, kita justru melukai perasaan keluarga korban,” sebut Pemimpin Redaksi PT Insetgalusnews, Rabu (18/6/2025).
Ia menegaskan bahwa setiap jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan informasi yang disampaikan ke publik tidak hanya akurat, tetapi juga berlandaskan empati dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kode Etik Jurnalistik secara tegas melarang penyebaran konten yang mengandung kekerasan grafis, pornografi, maupun identitas korban anak atau korban kekerasan seksual.
“Penting bagi kita semua untuk memahami batas antara kepentingan publik dan hak privasi individu. Jangan sampai berita yang kita anggap informatif justru menjadi beban psikologis bagi keluarga korban atau masyarakat luas,” lanjutnya.
Redaksi insetgalusnews juga menambahkan bahwa di era digital seperti sekarang ini, batas antara media pers dan media sosial semakin kabur. Karena itu, rekan rekan wartawan dan konten kreator pemula diminta tidak sembarangan membagikan materi liputan mentah ke akun pribadi atau publik, terlebih jika berisi gambar atau informasi sensitif.
“Etika itu tidak hanya berlaku saat menulis di media resmi, tapi juga saat kita menggunakan media sosial. Jangan sampai kita yang berlatar belakang jurnalis malah menjadi sumber penyebar konten yang melanggar martabat kemanusiaan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh rekan rekan insan pers di Gayo Lues tetap menjadi pilar informasi yang terpercaya, berimbang, dan bertanggung jawab. Dalam situasi apapun, kata dia, profesionalisme harus tetap dijaga, demi kehormatan profesi dan perlindungan terhadap masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban atau terdampak peristiwa.
Redaksi | insetgalusnews.com |



































