GAYO LUES | insetgalusnews.com | Petani korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan belum adanya realisasi perbaikan areal persawahan yang terdampak banjir. Memasuki bulan keempat pascabencana, ratusan lahan sawah dilaporkan masih tertimbun material lumpur dan belum dapat difungsikan kembali.
Sejumlah petani di Kecamatan Dabun Gelang menyebut kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sumber penghidupan mereka. Hingga kini, sawah yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga belum bisa digarap karena belum dilakukan normalisasi maupun pembersihan material banjir.
“Sumber penghidupan kami dari hasil pertanian, terutama panen padi. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Sawah masih tertimbun lumpur dan belum bisa digarap. Kami berharap ada kejelasan kapan perbaikan dimulai. Sudah empat bulan berlalu,” ujar IB (46) di Kecamatan Dabun Gelang, Selasa (3/3/2026).
Sebagaimana diketahui, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gayo Lues menggantungkan pendapatan pada sektor pertanian, khususnya persawahan. Banjir yang melanda beberapa bulan lalu menyebabkan kerusakan cukup parah pada lahan pertanian di sejumlah kecamatan.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat perbaikan, agar aktivitas tanam dapat kembali berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, insetgalusnews.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait, namun belum memperoleh tanggapan resmi.
Redaksi | insetgalnews.com


































