Asosiasi Pengepul Getah Pinus Audiensi dengan Pemkab, Bupati Gayo Lues Carikan Solusi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:41 WIB

50808 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto|doc| Bupati Gayo Lues bersama Pengurus Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Gayo, Rabu (27/8/2025)

Fhoto|doc| Bupati Gayo Lues bersama Pengurus Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Gayo, Rabu (27/8/2025)

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyatakan siap mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pengepul getah pinus sebagaimana yang mereka keluhkan.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam audiensi bersama pengurus asosiasi di ruang rapat bupati, Rabu (27/8/2025). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala SKPK serta pejabat terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi, Muhammad Ali menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi para petani dan pengepul getah pinus. Ia menuturkan, asosiasi lahir dari keresahan masyarakat yang terhambat regulasi, terutama terkait pemasaran getah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada berbagai persoalan yang sangat merugikan petani dan pengepul. Saat ini kami tidak punya pilihan lain, getah harus dijual ke perusahaan dan tidak bisa dibawa keluar karena terbentur regulasi. Jadi kami berharap ada kebijakan yang tidak merugikan pabrik, masyarakat, dan pemerintah. Berikan kami win-win solution, kami juga siap membayar PAD,” ujar Muhammad Ali.

Menanggapi hal itu, Bupati Suhaidi menyatakan siap mencari solusi terbaik. Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat maupun pelaku usaha dirugikan, sekaligus memastikan pendapatan daerah tetap meningkat.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah berkumpul. Saya tidak ingin pengusaha rugi, masyarakat dirugikan, atau pemerintah kehilangan PAD. Saat ini saya juga sedang mengurus kembali status hutan APL kita. Saya menunggu peta tata ruang daerah, setelah lengkap akan kita sampaikan kepada Gubernur,” kata Suhaidi.

Sementara itu, anggota DPRK Gayo Lues H. Ibnu Hasim mengingatkan komitmen pada masa ia menjabat sebagai bupati. Saat itu, kata dia, pemerintah daerah bersama perusahaan pernah menyepakati pola bagi hasil, 15 persen untuk daerah penghasil dan 10 persen untuk pemerintah provinsi.

“Namun karena ada perubahan regulasi di tingkat kementerian, Perbup yang kami buat mungkin bisa dijadikan rujukan kembali dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Suhaidi meminta SKPK terkait mengumpulkan kembali dokumen lama untuk kemudian dikoordinasikan dengan Gubernur Aceh.

Dalam audiensi tersebut, turut dibahas persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sektor getah pinus, daerah sebelumnya mampu meraih PAD sekitar Rp3 miliar per tahun. Namun, akibat perubahan aturan, pemerintah daerah kini tidak lagi menerima PAD langsung.

Redaksi | insetgalus

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan