GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Pemerintah menargetkan Huntara tersebut dapat dihuni sebelum memasuki bulan suci Ramadan 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gayo Lues, Muhaimini, Rabu (21/1/2026) mengatakan, pembangunan Huntara saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan terus dimaksimalkan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.
“Jika situasi memungkinkan, sebelum Ramadan Huntara sudah bisa dihuni oleh masyarakat terdampak,” ujar Muhaimini.
Ia menjelaskan, pembangunan Huntara tersebar di tujuh kecamatan dan 20 desa, dengan total sekitar 3.051 unit hunian. Tujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Dabun Gelang, Blangkejeren, Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Putri Betung, Tripe Jaya, dan Pining.
Menurut Muhaimini, proses pengerjaan menghadapi kendala utama berupa kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya stabil akibat dampak bencana. Namun, pihaknya tetap berupaya agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Kami tetap memaksimalkan pengerjaan di tengah keterbatasan, agar warga dapat segera menempati hunian sementara dan menjalani Ramadan dengan lebih layak,” katanya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Gayo Lues per 20 Januari 2026, tercatat sekitar 19.900 jiwa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap pembangunan Huntara ini dapat menjadi solusi sementara bagi ribuan keluarga yang hingga kini masih berada di pengungsian.
Hingga berita ini diterbitkan insetgalusnew belum berhasil memperoleh data Huntara perkecamatan dan desa.
Redaksi | insetgalusnew


































