Fhoto: sketsa
GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pemerhati kebijakan publik, AML (50), sedikit memberikan perhatian terkait banyaknya kursi jabatan pimpinan tinggi pratama yang lowong di Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues.
Ia khawatir kalau kondisi ini dibiarkan berlarut larut akan sangat mempengaruhi jalannya roda pemerintahan karena tidak maksimalnya kinerja dinas yang akan berdampak lemahnya pelayanan terhadap masyarakat.
Terlebih saat ini ada empat jabatan strategis yang lowong dan hanya diisi oleh pelaksana tugas, seperti Badan Pembangunan Daerah (Bapeda), Dinas Pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pariwisata.
Dari keempat dinas dan badan tersebut relatif ada beberapa dinas yang bersentuhan langsung dengan kebijakan pelayanan. Misalnya, seperti Dinas Pendidikan yang menyentuh langsung dunia belajar dan mengajar.
Apalagi saat ini pelaksana tugas pada dinas dan badan tersebut hampir seratus persen diisi oleh pejabat eselon III A dan B, secara teknis merangkap jabatan, jadi otomatis mereka tidak akan fokus mengendalikan organisasi yang dia pimpin, dan itu belum lagi jika ditambah dengan kewenangannya sebagai pelaksana tugas yang sangat terbatas sekali, ujar AML kepada Kru-Insetgalus.co, Kamis (15/05/2025).
Oleh karena itu AML berharap pemerintah daerah dibawah kendali Suhaidi-Maliki tersebut segera mengoptimalkan kinerja pemerintahan dengan mengisi sisa jabatan yang lowong menjadi definitif.
Tetapi itupun tentunya dengan catatan, prosesnya harus tetap ditempuh dengan memedomani payung hukum yang ada. Dan juga pengisian tiga kekosongan jabatan kemarin perlu diapresiasi karena itu bentuk dari upaya mereka membenahi “sengkarut” dipemkab Galus. Walaupun ada sedikit yang mengganjal karena salah satu kepala dinas yang dilantik tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki.
“Paling tidak pejabat yang akan mengisi kekosongan itu nantinya memiliki basis akademik yang sesuai peruntukannya” ulas AML sembari menambahkan jabatan yang lowong akan beresiko merugikan organisasi karena berbagai hal yang menyebabkan turunnya optimalisasi kinerja akibat tidak bisa melaksanakan tugas secara optimal.
Menyikapi hal tersebut bupati Gayo Lues Suhaidi, Kamis (15/05/2025) dalam pesan selulernya mengatakan, prihal tersebut akan disikapi sesuai regulasi yang ada dan Insyaallah akan ditindaklanjuti, ujarnya.
Redaksi | insetgalusnew.com |



































