Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

50343 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pagi di Kota Blangkejeren berjalan pelan. Udara sejuk dari perbukitan masih terasa ketika perbincangan ringan bersama Ustad Amsyarullah, S.Ag dimulai. Tutur katanya tenang, suaranya rendah, tetapi dari perjalanan hidupnya terlihat satu hal yang menonjol: ia lebih banyak bekerja daripada berbicara.

Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, nama Amsyarullah dikenal sebagai aparatur sipil negara yang tekun dan sederhana. Sejak 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues, posisi yang menempatkannya sebagai orang nomor dua di lembaga tersebut.

Namun di balik jabatan itu, kehidupan Amsyarullah berjalan seperti masyarakat kebanyakan. Di sela aktivitas kantor, ia juga mengelola usaha toko kelontong dan membuka jasa perjalanan haji dan umrah. Baginya, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua dijalani pelan-pelan. Yang penting halal dan bermanfaat,” ujarnya singkat.

Lahir di Blangkejeren pada 12 Juni 1971, Amsyarullah tumbuh dalam lingkungan religius yang membentuk wataknya sejak muda. Kini, di usia 55 tahun, ia mengaku telah merasakan berbagai fase kehidupan — dari masa sulit hingga masa lapang.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Muhammadiyah Blangkejeren pada 1980, kemudian melanjutkan ke MTsN dan MAN Padang Panjang. Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Sumatra Barat dan menyelesaikan studi sarjananya pada 1994.

Sepulang dari perantauan, Amsyarullah muda memilih kembali ke tanah kelahirannya di Negeri Seribu Bukit. Di masa itu, ia aktif bergerak dalam dakwah remaja masjid bersama sejumlah pemuda lainnya. Mereka mengadakan pengajian rutin, pelatihan keagamaan, hingga safari dakwah dari masjid ke masjid di sekitar Blangkejeren.

Aktivitas itu, menurut sejumlah warga, ikut memberi warna bagi perkembangan syiar Islam di daerah tersebut pada era 1990-an.

Karier birokrasi Amsyarullah dimulai sebagai tenaga honorer pada 1995. Setelah belasan tahun mengabdi, ia resmi diangkat menjadi pegawai negeri sipil pada 2010 di lingkungan Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues.

Perjalanan kariernya berlangsung bertahap. Ia pernah menjabat sebagai Kasi Penegakan Syariat Islam di Satpol PP dan WH, kemudian Kasi Pembinaan Syariat Islam, Kabid WH, Kabid Bina Hukum Dinas Syariat Islam, hingga akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris DSI.

Selain aktif di pemerintahan, Amsyarullah juga dikenal dalam organisasi Muhammadiyah Gayo Lues. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Gayo Lues periode 2005–2010, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gayo Lues periode 2010–2015, dan kini dipercaya sebagai Wakil Ketua PDM Gayo Lues.

Di luar aktivitas formal, keseharian Amsyarullah tergolong sederhana. Ia menyukai olahraga tenis meja dan mengaku menyukai kolak kacang hijau sebagai makanan favoritnya.

Meski telah lama berkecimpung dalam dunia dakwah dan birokrasi, Amsyarullah menilai tantangan pembinaan agama di Gayo Lues masih cukup besar. Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman masih membutuhkan penyuluhan dan bimbingan agama secara berkelanjutan.

“Pembinaan agama harus terus dilakukan sampai ke desa-desa agar wawasan dan pemahaman masyarakat tentang Islam semakin baik,” katanya.

Di tengah kesibukannya, Amsyarullah tetap menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam hidupnya. Ia bersama sang istri, Halimatussakdiah, membesarkan empat orang anak yang kini menempuh pendidikan di berbagai jenjang.

Anak sulungnya, Nida Khairiyah, sedang menyelesaikan kuliah di Fakultas Syariah Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur. Sementara anak-anak lainnya masih menempuh pendidikan di SMA, MAN Insan Alquran Banda Aceh, dan MIN Blangkejeren.

Bagi sebagian orang, perjalanan hidup Amsyarullah mungkin terlihat biasa. Namun dari langkah-langkah kecil yang dijalaninya selama puluhan tahun, tersimpan kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan pengabdian yang tumbuh perlahan di tengah masyarakat Gayo Lues.

insetgalusnews | Bram Aceh

Berita Terkait

Inspirator yang Membumi: Jejak Hidup Edwar Canto Menjelang Purna Tugas
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo
Mengenal Lebih Dekat Muhtarudin, Kepala SMA Negeri 1 Putri Betung yang Visioner dan Membumi
Dari Cleaning Service ke Kepala Sekolah. Perjalanan Inspiratif Marjuan Menaklukkan Keterbatasan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan