Pembunuhan dr Shanti Hastuti Terjadi Saat Sahur, Sempat Direkayasa Seolah Perampokan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:17 WIB

503,569 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka FA (31) Warga Raklunung, Blangkejeren

Tersangka FA (31) Warga Raklunung, Blangkejeren

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Tersangka FA (31) mengakui telah membunuh dr Shanti Hastuti (46) di kediaman korban pada waktu sahur. Aksi tersebut dilakukan seorang diri dengan cara masuk ke rumah korban melalui jendela yang dicongkel menggunakan obeng.

Berdasarkan keterangan sementara tersangka, peristiwa terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. FA masuk ke dalam rumah korban secara diam-diam. Namun, saat berada di area dapur, tersangka tidak sengaja menyenggol gantungan pintu (gemerincing) yang menimbulkan suara sehingga membangunkan korban.

Korban yang terbangun kemudian memergoki keberadaan tersangka dan berteriak. Dalam kondisi panik, FA mengaku langsung membekap dan mencekik korban hingga lemas. Untuk memastikan korban meninggal dunia, tersangka kembali membekap hidung dan mulut korban dalam waktu cukup lama hingga tidak ada lagi pergerakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena panik ketahuan, saya bilang jangan teriak, tapi bibik tu tambah kuat suaranya, saya langsung mencekik dan membekap mulut dan hidungnya,” ujar tersangka dalam pengakuannya.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, FA menutup tubuh korban menggunakan selimut. Ia kemudian menggeledah seluruh bagian rumah, baik di lantai atas maupun bawah. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencari barang berharga sekaligus mengaburkan motif kejahatan agar terlihat seperti perampokan.

Dari lokasi kejadian, tersangka mengaku mengambil sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor yang dibawa pada pagi hari setelah kejadian, serta sebuah laptop dari area klinik.

Selain itu, tersangka juga mengungkapkan dirinya membawa pisau di pinggang saat melakukan aksi. Namun, ia menegaskan tidak menggunakan senjata tersebut untuk melukai korban, melainkan hanya menggunakan tangan saat melakukan pembekapan dan pencekikan.

FA juga mengaku sempat kembali ke sekitar lokasi, tepatnya ke area klinik milik korban, pada hari berikutnya setelah pulang dari Kutacane-Aceh Tenggara untuk mengambil barang lain.

Terkait motif, tersangka menyebut perbuatannya dilakukan karena “khilaf” setelah aksinya diketahui korban. Meski demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami motif dan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.


Redaksi | insetgalusnews | Informasi dalam berita ini dihimpun dari video pengakuan sementara tersangka yang beredar di media sosial saat proses interogasi oleh petugas. Keterangan tersebut belum merupakan hasil akhir penyidikan dan masih dapat berkembang sesuai dengan fakta dilapangan.

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:17 WIB

Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:25 WIB

Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:51 WIB

Presiden Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Perkuat Kemitraan Strategis

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:00 WIB

Skandal Importasi di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:21 WIB

Presiden Tegaskan Dukungan Palestina, Bahas Pengiriman Pasukan Perdamaian dengan Ormas Islam

Senin, 2 Februari 2026 - 06:13 WIB

Gencatan Senjata Dilanggar, Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:10 WIB

BMKG; Bibit Siklon 98P Pengaruhi Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 26 Januari 2026 - 22:19 WIB

Noel Peringatkan Menkeu Purbaya soal Potensi Kriminalisasi

Berita Terbaru

GAYO LUES

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan