Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

50398 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Di tengah meningkatnya minat masyarakat menanam kopi di dataran tinggi Gayo, persoalan biaya pembukaan lahan dan proses penanaman masih menjadi tantangan bagi sebagian petani. Namun di Kabupaten Gayo Lues, solusi itu sebenarnya telah lama hidup dalam tradisi masyarakat melalui budaya gotong royong yang dikenal dengan istilah “Panglo”.

Budaya ini kembali didorong sebagai bagian dari strategi efisiensi penanaman kopi berbasis kearifan lokal. Melalui pola kerja bersama antarpetani dan kelompok tani, masyarakat dinilai dapat mengurangi beban biaya sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan kampung.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ridwansyah SP, Selasa (26/5/2026) mengatakan, kelompok tani yang telah terbentuk seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program penanaman kopi masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sistem gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gayo memiliki nilai ekonomi dan sosial yang sangat besar apabila kembali diterapkan dalam aktivitas pertanian.

“Budaya Panglo ini sebenarnya sangat efektif. Hari ini masyarakat bersama-sama bekerja di kebun si A, setelah selesai dilanjutkan ke kebun si B, begitu seterusnya secara bergiliran. Dengan cara seperti ini, biaya tenaga kerja bisa ditekan dan kebersamaan masyarakat juga tetap terjaga,” ujar Riduansyah.

Ia menilai semangat kebersamaan masyarakat Gayo selama ini masih kuat, hanya saja lebih sering terlihat pada kegiatan adat dan perjamuan. Padahal, nilai yang sama dapat dihidupkan kembali dalam aktivitas bercocok tanam sebagaimana dilakukan masyarakat pada masa lalu.

“Kita jangan hanya berserinen saat ada perjamuan atau tari saman saja. Akan lebih baik jika budaya berserinen ini kembali digalakkan dalam kegiatan pertanian seperti zaman dahulu. Kalau bisa, dibuat juga perjamuan tanam antar kampung,” katanya.

Bagi masyarakat Gayo, budaya “berserinen” bukan sekadar berkumpul, melainkan simbol persaudaraan dan solidaritas sosial. Dalam praktiknya, tradisi itu mampu menciptakan rasa kekeluargaan, mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus menjadi ruang saling membantu tanpa harus bergantung penuh pada biaya besar.

Di sejumlah wilayah pedalaman Gayo Lues, pola kerja bersama seperti ini pernah menjadi tradisi yang mengakar. Warga saling membantu membuka lahan, menanam, hingga panen secara bergiliran. Selain mempercepat pekerjaan, metode tersebut juga menjadi cara masyarakat menjaga hubungan sosial antarwarga kampung.
Kini, di tengah semangat pengembangan kopi rakyat, nilai-nilai lama itu mulai kembali diperbincangkan. Tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai solusi nyata untuk mendukung program pertanian yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri
Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:34 WIB

Tokoh Alumni Pelajar Tangerang Raya Serukan Tolak Narkoba dan Tawuran

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:54 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:27 WIB

4 Siswa SMA Plus Riau Raih Prestasi di Duta Pariwisata Remaja EKRAF 2026, Harumkan Nama Sekolah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:31 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:33 WIB

Jaga Habitat Gajah Sumatera, Polda Riau Siap Kawal Inpres Nomor 8 Tahun 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:15 WIB

PKL gunakan Mobil Pick Up di Trotoar Jalan Subrantas Panam Penyebab Macet dan Kecelakaan, Warga Minta Satpol PP Kota Pekanbaru Menertibkannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:27 WIB

Wujud Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat, Lapas Binjai Gelar Kegiatan Jumat Berkah

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan