Apakah Gayo Lues Surflus Atau Defisit Beras? Ini ulasannya

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 20:26 WIB

501,702 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com |  Sebuah kabupaten yang dikenal dengan alamnya yang subur dan potensi pertaniannya yang besar, ternyata menyimpan persoalan serius terkait ketersediaan beras bagi warganya. Secara angka, Gayo Lues disebut-sebut sebagai daerah surplus beras, namun kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Ibnu Hasim, tokoh masyarakat sekaligus mantan pemimpin daerah yang telah menjabat selama lebih dari satu dekade, mengungkapkan kepada kru-insetgalusnews, Sabtu (7/6/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya, berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Gayo Lues saat ini diperkirakan mencapai 104.000 jiwa. Dengan standar konsumsi beras nasional 6,25 kg per orang per bulan, maka kebutuhan beras Gayo Lues dalam setahun mencapai:

6,25 kg x 12 bulan x 104.000 jiwa = 7.800.000 kg atau 7.800 ton per tahun.

Sementara itu, produksi padi Gayo Lues tercatat sebanyak 32.000 ton gabah per tahun. Jika dikonversikan menjadi beras (dengan standar rendemen 62,74 persen), maka total produksi beras mencapai:

32.000.000 kg x 62,74% = 20.076.800 kg atau sekitar 20.076 ton beras per tahun.

Dari hitungan tersebut, Gayo Lues mengalami surplus beras sebesar 12.276 ton per tahun (20.076 ton produksi dikurangi 7.800 ton kebutuhan). Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Kenapa hal itu bisa terjadi, ujar Ibnu Hasim sembari menjelaskan, karena sebagian besar padi Gayo Lues justru dijual keluar daerah oleh para petani.

“Petani lebih memilih menjual gabah ke luar daerah karena harga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan harga pengadaan oleh Bulog. Ini menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, selama ia menjabat, ia sempat memperketat pengawasan di perbatasan untuk membatasi arus keluar gabah, namun masyarakat tetap lebih lihai dibanding petugas. Akibatnya, beras lokal menjadi langka di pasaran, dan Gayo Lues justru mengimpor beras dari luar daerah, yang sering kali bermutu lebih rendah.

“Secara hitungan memang kita surplus. Tapi realitanya, kita defisit karena beras terbaik kita keluar, dan masyarakat malah mengonsumsi beras dari luar yang mutunya kurang bagus,” kata Ibnu Hasim menegaskan.

Kesimpulan, tambahnya, meski secara statistik Gayo Lues merupakan daerah surplus beras, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya defisit pasokan lokal akibat arus keluar padi ke daerah lain. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kebijakan agar ketersediaan dan kualitas beras lokal dapat terjaga untuk masyarakat Gayo Lues sendiri. Demikian dikatakan Ibnu Hasim.

Redaksi | insetgalusnews.com

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:17 WIB

Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:25 WIB

Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:51 WIB

Presiden Prabowo Terima Delegasi Pakistan, Perkuat Kemitraan Strategis

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:00 WIB

Skandal Importasi di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:21 WIB

Presiden Tegaskan Dukungan Palestina, Bahas Pengiriman Pasukan Perdamaian dengan Ormas Islam

Senin, 2 Februari 2026 - 06:13 WIB

Gencatan Senjata Dilanggar, Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:10 WIB

BMKG; Bibit Siklon 98P Pengaruhi Cuaca, Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

Senin, 26 Januari 2026 - 22:19 WIB

Noel Peringatkan Menkeu Purbaya soal Potensi Kriminalisasi

Berita Terbaru

GAYO LUES

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan