GAYO LUES | insetgalusnews.com | Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Masyarakat Pembela Kebenaran (LFMPK) Gayo Lues Syafaruddin Telfie, sedikit memberi atensi terkait lowongnya beberapa jabatan yang dinilai sangat strategis dan perlu menjadi perhatian khusus bupati dan wakil bupati Gayo Lues.
Dalam bincang bincang santainya dengan kru-Insetgalus.co, Jumat (16/05/2025). Dari empat dinas yang saat ini diisi oleh pejabat pelaksana tugas, terdapat tiga lembaga yakni Bapeda, Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang dianggap sangat vital.
Dimatanya, ketiga lembaga ini harus diisi oleh sosok yang betul betul memiliki pengalaman mumpuni dengan kapasitas terukur, agar responsif terhadap kebutuhan perkembangan daerah kedepan.
Terutama Badan Pembangunan Daerah, ujarnya, karena lembaga ini sebagai salah satu pilar dan kunci perkembangan Gayo Lues kedepan. Jadi bupati dan wakil bupati perlu mempertimbangkan secara hati hati sosok yang akan menduduki jabatan tersebut.
Karena pada prinsipnya sosok yang mampu mengemban tugas di lembaga vital ini harus memiliki kemampuan kombinasi antara teknis, pola kepemimpinan, dan pemahaman strategis yang kuat agar mereka mampu menjembatani visi politik kepala daerah dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Kepala Bapeda itu harus sosok berkarakter yang memiliki ketrampilan teknis mumpuni dalam bidang perencanaan dan pengembangan, yang ditambah dengan pola kepemimpinan yang baik agar mampu mengkoordinasikan berbagai pihak. Dan yang perlu menjadi catatan, tambahnya, sosok ini harus memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi daerah agar siap menghadapi tantangan dengan meraih dan menciptakan peluang yang ada” ujar Syafarudin sembari menambahkan setidaknya sosok yang akan menduduki Bapeda ini harus memiliki koneksi kuat ke provinsi dan pusat, dan saya rasa bupati dan wakil bupati telah mengantongi nama nama tersebut, dan hanya menunggu eksekusi saja, ucapnya dalam bincang santainya dengan kru-Insetgalus.co.
Ketika disinggung siapa sosok yang mampu, Syafarudin Telfie hanya menjawab ada tiga nama, ujarnya tersenyum tanpa menyebutkan inisial bersangkutan karena khawatir akan terjadi blunder. “Yang jelas mereka saat ini masih menjabat, satu menduduki jabatan sebagai eselon IIIb, yang dua menjabat sebagai pimpinan tinggi pratama, mereka itu jelas mampu karena sudah teruji, tetapi itu kembali berpulang kepada kebijakan kepala daerah”, demikian tutup Syafarudin Telfie sambil menyeruput kopinya.
Redaksi | insetgalusnews.com



































