Menyoal Pembentukan Batalyon Di Aceh, Begini Pandangan Jack Gayo

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:18 WIB

501,775 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jack Gayo pakai topi bersama wartawan insetgalusnews pada sesi wawancara, Sabtu 12 Juli 2025 | doc | inset |

Jack Gayo pakai topi bersama wartawan insetgalusnews pada sesi wawancara, Sabtu 12 Juli 2025 | doc | inset |

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Rencana pembentukan empat batalyon TNI di Provinsi Aceh kembali menuai sorotan. Di tengah polemik tersebut, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Jack Gayo, melayangkan pandangannya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak kehadiran satuan militer tersebut, namun menekankan pentingnya semua pihak menghormati dan menjalankan butir-butir Nota Kesepahaman Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM.

Kepada Insetgalusnews, Sabtu 12 Juli 2025, Jack Gayo mengurai pandangannya secara lugas, mulai dari potensi pelanggaran MoU, dugaan motif di balik pembentukan batalyon, hingga harapan akan terciptanya suasana damai yang adil bagi rakyat Aceh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut petikannya:

Pak Jack, belakangan ramai dibicarakan soal rencana pembentukan empat batalyon TNI di Aceh. Bagaimana tanggapan Anda?

“Saya tidak menolak pembentukan empat batalyon di Aceh. Tapi yang paling penting adalah saling menghargai dan menepati janji. Pemerintah RI harus memenuhi hak Aceh sebagaimana dijanjikan dalam MoU Helsinki, dan Aceh pun harus patuh terhadap perjanjian itu”

Jadi, menurut Anda, kehadiran militer di Aceh tidak serta-merta bertentangan dengan MoU Helsinki?

“Benar. Kehadiran militer tidak harus bertentangan, asalkan tetap berada dalam koridor perjanjian damai. Yang jadi soal adalah jika perjanjian tidak dijalankan. Bagaimana bisa rakyat diminta mematuhi perintah, sementara kewajiban negara belum ditunaikan?”

Ada yang menyebutkan bahwa Aceh tidak akan dibiarkan lepas sejengkal pun dari NKRI. Apa pendapat Anda?

“Tentu saja Aceh tetap dalam bingkai NKRI. Tapi semua itu harus dilandasi dengan keadilan. Kepatuhan rakyat tidak bisa dituntut sepihak tanpa adanya pemenuhan hak-hak Aceh yang dijanjikan”.

Anda menyebut ada beberapa dugaan alasan di balik rencana pembangunan batalyon tersebut. Bisa dijelaskan?

“Ya, saya melihat ada tiga kemungkinan. Pertama, ini mungkin bagian dari program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo. Personel TNI mungkin akan dikirim ke desa-desa untuk mengedukasi masyarakat tentang pertanian dan peternakan. Bisa jadi mereka direkrut dari berbagai latar belakang, termasuk sarjana pertanian dan peternakan”.

Dan yang kedua?

“Kekhawatiran dari pemerintah pusat bahwa Aceh masih menyimpan hasrat untuk merdeka. Sebagian butir MoU belum direalisasikan. Dengan kehadiran batalyon, bisa saja ada pendekatan baru agar rakyat melupakan masa lalu dan tetap setia kepada NKRI. Kalau ada wacana referendum di masa depan, rakyat mungkin diarahkan untuk tetap bersama Indonesia”.

Lalu dugaan ketiga?

“Saya melihat ini bisa berkaitan dengan upaya penguatan pertahanan nasional, terutama karena wilayah perairan Aceh sangat strategis dalam konteks geopolitik global. Situasi internasional sedang memanas. Walaupun Indonesia negara non-blok, kita tidak bisa menutup kemungkinan dampaknya akan terasa di sini”.

Apa pesan Anda kepada semua pihak terkait isu ini?

“Bangsa ini ada karena rakyatnya. Mari kita jaga bersama dengan saling menghargai dan saling menghormati. Perdamaian itu mahal, dan harus dirawat oleh semua pihak”.


Redaksi | insetgalusnews | Wawancara ini disajikan untuk memberikan ruang bagi berbagai pandangan dalam dinamika sosial politik di Aceh. Pernyataan dalam wawancara ini sepenuhnya pandangan narasumer. Redaksi insetgalusnews berkomitmen untuk menjaga keberimbangan informasi dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Berita Terkait

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam
Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan