GAYO LUES | insetgalusnews.com | Tersangka FA (31) mengakui telah membunuh dr Shanti Hastuti (46) di kediaman korban pada waktu sahur. Aksi tersebut dilakukan seorang diri dengan cara masuk ke rumah korban melalui jendela yang dicongkel menggunakan obeng.
Berdasarkan keterangan sementara tersangka, peristiwa terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. FA masuk ke dalam rumah korban secara diam-diam. Namun, saat berada di area dapur, tersangka tidak sengaja menyenggol gantungan pintu (gemerincing) yang menimbulkan suara sehingga membangunkan korban.
Korban yang terbangun kemudian memergoki keberadaan tersangka dan berteriak. Dalam kondisi panik, FA mengaku langsung membekap dan mencekik korban hingga lemas. Untuk memastikan korban meninggal dunia, tersangka kembali membekap hidung dan mulut korban dalam waktu cukup lama hingga tidak ada lagi pergerakan.
“Karena panik ketahuan, saya bilang jangan teriak, tapi bibik tu tambah kuat suaranya, saya langsung mencekik dan membekap mulut dan hidungnya,” ujar tersangka dalam pengakuannya.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, FA menutup tubuh korban menggunakan selimut. Ia kemudian menggeledah seluruh bagian rumah, baik di lantai atas maupun bawah. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencari barang berharga sekaligus mengaburkan motif kejahatan agar terlihat seperti perampokan.
Dari lokasi kejadian, tersangka mengaku mengambil sejumlah barang milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor yang dibawa pada pagi hari setelah kejadian, serta sebuah laptop dari area klinik.
Selain itu, tersangka juga mengungkapkan dirinya membawa pisau di pinggang saat melakukan aksi. Namun, ia menegaskan tidak menggunakan senjata tersebut untuk melukai korban, melainkan hanya menggunakan tangan saat melakukan pembekapan dan pencekikan.
FA juga mengaku sempat kembali ke sekitar lokasi, tepatnya ke area klinik milik korban, pada hari berikutnya setelah pulang dari Kutacane-Aceh Tenggara untuk mengambil barang lain.
Terkait motif, tersangka menyebut perbuatannya dilakukan karena “khilaf” setelah aksinya diketahui korban. Meski demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami motif dan kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.
Redaksi | insetgalusnews | Informasi dalam berita ini dihimpun dari video pengakuan sementara tersangka yang beredar di media sosial saat proses interogasi oleh petugas. Keterangan tersebut belum merupakan hasil akhir penyidikan dan masih dapat berkembang sesuai dengan fakta dilapangan.


































