Cilik Bontok, Kepala Timah, dan Mental Imperialis

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025 - 21:15 WIB

50664 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mental imperialis tak pernah mati. Ia hanya berganti rupa dari kapal perang menjadi investasi dan utang. Seperti cilik bontok dan kepala timah, mental imperialis tetap rakus. Tenang melahap. Atau bising menguasai

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Di pedataran tinggi Gayo, khusunya Gayo Lues. Dua ikan endemik kerap jadi cerita “cilik bontok dan cilik kepala timah“. Sekilas berbeda rupa, tapi tabiatnya sama “tidak peduli pada kehidupan lain di sekitarnya”.

Cilik bontok hidup di air tenang. Diam, seolah tak berbahaya. Namun sekali ia bergerak, habislah apa saja yang melintas. Inilah cermin mental imperialis diam-diam, datang dengan senyum, menawarkan persahabatan, perdagangan, bahkan “peradaban”. Tetapi di balik keramahan, lahap habislah sumber daya, tenaga, dan bahkan harga diri suatu bangsa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cilik kepala timah lain pula. Ia melompat-lompat di arus deras, kepalanya besar, seakan gagah.  Tapi sejatinya hanya mencari perhatian. Inilah wajah mental imperialis bising, hadir dengan jargon kemajuan, kebebasan, demokrasi. Banyak kata, banyak sorak, tetapi ujungnya sama. Menguasai dan menghisap.

Sejarah membuktikan, penjajahan tak selalu datang dengan bedil. Ada yang menyamar lewat dagang, ada yang datang lewat utang. Bedanya hanya gaya, bukan tabiat. Mental imperialis tetap sama-rakus, congkak, dan lupa pada kehidupan orang lain.

Kini, di abad ke-21, bentuknya mungkin bukan kapal perang, melainkan investasi global, perdagangan timpang, atau proyek yang menjerat. Mereka hadir dengan wajah modern, tetapi pola pikirnya masih sama. Ingin menguasai aliran sungai, ladang, hutan, hingga ruang rapat korporasi.

Pertanyaan bagi kita? apakah kita akan terus jadi sungai yang membiarkan cilik bontok dan kepala timah modern berenang bebas? Atau kita berani melawan arus, menolak mental imperialis yang selalu lapar dan tak kenal cukup?


Redaksi | insetgalusnews | Tulisan ini adalah pandangan redaksi, bukan laporan ilmiah biologi perairan. Cilik bontok dan cilik kepala timah hanyalah metafora. Segala perbandingan diarahkan pada mental imperialis, baik klasik maupun modern, yang rakus terhadap sumber daya. Jika ada yang merasa tersindir, renanglah sejenak-atau cukup baca ulang dengan kepala dingin.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, PW GP Al Washliyah DKI: Lagu ‘Teruslah Melangkah’ Mayjen TNI Krido Pramono Bangkitkan Semangat Generasi Muda Berkarya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:54 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI Wujud Penghargaan Presiden Prabowo atas Pengabdian Prajurit

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lapor Pak Ketua Komisi III DPR RI : Aksi Demo Minta Kapolrestabes Medan Tangkap Mamak Maling, Puluhan BH Dijemur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:40 WIB

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:35 WIB

Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:19 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Penuh Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Senin, 6 Juli 2026 - 14:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Mendesak Transparansi Pengadaan Rudal BrahMos dan Penguatan Pengawasan DPR

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:52 WIB

Wujudkan Kota Bogor Aman, Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK Sepakat Tolak Kekerasan

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan